Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menjalankan program Digi-Healthy berbasis aplikasi DiaBeat untuk mendampingi kader Posyandu Nanas di RW 08, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, beralih dari pencatatan manual ke pencatatan digital guna mendukung deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Program yang merupakan hibah Kemdiktisaintek ini melatih 15 dari total 45 kader di tiga Posyandu Kelurahan Sumampir (Nanas, Semangat Bersama, dan Sehat Bahagia) untuk mengenal fitur aplikasi, menginput data, hingga melakukan skrining risiko PTM secara real-time. Ke depan, DiaBeat ditargetkan direplikasi ke Posyandu lain dan diintegrasikan dengan layanan Puskesmas Purwokerto Utara.
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital di bidang kesehatan. Melalui program Digi-Healthy berbasis aplikasi DiaBeat, yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Kesehatan Udinus, baru-baru ini kader Posyandu Nanas di RW 08, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas didampingi memanfaatkan pencatatan digital untuk mendukung deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) pada anak dan lansia.
Program Pengabdian kepada Masyarakat yang merupakan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini menjawab persoalan pencatatan kesehatan Posyandu yang selama ini masih mengandalkan buku register manual. Kondisi tersebut membuat data kesehatan sulit ditelusuri secara berkelanjutan, rawan kesalahan atau kehilangan, serta belum optimal untuk memantau risiko hipertensi, diabetes, dan obesitas, sehingga turut mendukung agenda public health yang lebih tertata di tingkat komunitas. Kegiatan menyasar 15 kader dari total 45 kader yang tersebar di tiga Posyandu aktif Kelurahan Sumampir, yakni Nanas, Semangat Bersama, dan Sehat Bahagia.
Dalam pelaksanaannya, kader mendapat pendampingan mengenal hingga menerapkan DiaBeat pada kegiatan Posyandu dalam kelompok kecil berisi 5-7 orang per sesi, mulai dari pengenalan fitur, praktik input data, hingga simulasi skrining risiko PTM. Kader juga dilatih melakukan pengukuran tekanan darah, gula darah, dan indeks massa tubuh, dengan hasil pemeriksaan yang kini dapat dicatat secara real-time.
Ketua tim program, Widya Ratna Wulan, S.KM., M.KM., menjelaskan bahwa progres program telah berjalan sesuai tahapan pengabdian, mulai dari persiapan dan koordinasi, sosialisasi, pengumpulan data awal, pelatihan kader, penerapan aplikasi, hingga pendampingan dan evaluasi.
“Keberhasilan program bukan hanya diukur dari seberapa banyak kader yang bisa menggunakan aplikasi, tetapi dari apakah teknologi tersebut membuat pelayanan Posyandu menjadi lebih tertib, lebih cepat, lebih berbasis data, dan lebih mampu mendukung deteksi dini PTM,” ujar Widya.
Widya menambahkan bahwa harapannya, DiaBeat tidak berhenti sebagai program pengabdian atau sekadar aplikasi yang dipakai selama kegiatan berlangsung. “Saya ingin DiaBeat benar-benar menjadi bagian dari sistem kerja Posyandu di Sumampir,” kata Widya.
Tanggapan Positif Kader
Ketua Posyandu Nanas Kelurahan Sumampir, Sunu Riyantiwi, mengungkapkan bahwa kader sempat memerlukan penyesuaian pada tahap awal, terutama saat proses registrasi akun.
“Di awal memang butuh penyesuaian, terutama saat pendaftaran akun, tapi setelah terbiasa, aplikasi ini sangat membantu kami dalam pelayanan Posyandu sehari-hari,” ujar Sunu.
Sunu menambahkan bahwa perbedaan paling terasa ada pada kemudahan penelusuran data dibanding sistem lama. “Pencatatan digital jauh lebih praktis, cepat, dan mudah ditelusuri dibanding sebelumnya yang manual dan rawan hilang atau salah catat,” tambahnya.
Secara umum, program ini menargetkan agar seluruh hasil pemeriksaan Posyandu dapat tercatat rapi dalam log aplikasi, sehingga risiko kehilangan maupun kesalahan data dapat ditekan secara signifikan dibanding pencatatan manual sebelumnya. Ke depan, tim juga menyiapkan standar operasional prosedur, memperkuat peran koordinator kader, serta mengintegrasikan penggunaan DiaBeat dengan layanan Puskesmas Purwokerto Utara.
Penggunaan DiaBeat ditargetkan dapat direplikasi ke sedikitnya tiga Posyandu lain di Kelurahan Sumampir. Dengan pencatatan yang lebih tertata, data pemeriksaan diharapkan terus dimanfaatkan untuk mendukung kader dalam pemantauan dan pencegahan dini penyakit tidak menular, sejalan dengan upaya industry innovation and infrastructure melalui inovasi teknologi tepat guna di layanan kesehatan primer. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Foto: Humas Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu program Digi-Healthy dan aplikasi DiaBeat?
Digi-Healthy adalah program pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Udinus yang memanfaatkan aplikasi DiaBeat untuk mendigitalisasi pencatatan kesehatan Posyandu, menggantikan buku register manual guna mendukung deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).
Siapa sasaran dan pelaksana program ini?
Program ini menyasar 15 dari total 45 kader di tiga Posyandu aktif Kelurahan Sumampir (Nanas, Semangat Bersama, dan Sehat Bahagia), dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Udinus yang diketuai Widya Ratna Wulan, S.KM., M.KM., dengan dukungan hibah Kemdiktisaintek.
Apa manfaat yang dirasakan kader Posyandu setelah menggunakan DiaBeat?
Menurut Ketua Posyandu Nanas, Sunu Riyantiwi, meski sempat butuh penyesuaian di awal terutama saat registrasi akun, pencatatan digital kini jauh lebih praktis, cepat, dan mudah ditelusuri dibanding sistem manual yang rawan hilang atau salah catat.
Apa rencana tindak lanjut program ini ke depan?
Tim menyiapkan standar operasional prosedur, memperkuat peran koordinator kader, mengintegrasikan DiaBeat dengan layanan Puskesmas Purwokerto Utara, serta menargetkan replikasi penggunaan aplikasi ke sedikitnya tiga Posyandu lain di Kelurahan Sumampir.