Lewati ke konten utama

PPK Ormawa Kamadiksi Udinus Gerakkan Sigesit, Wujudkan Literasi Partisipatif Menuju Desa Cerdas di Campurejo

PPK Ormawa Kamadiksi Udinus Gerakkan Sigesit, Wujudkan Literasi Partisipatif Menuju Desa Cerdas di Campurejo

Komunitas Keluarga Mahasiswa Bidikmisi (Kamadiksi) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menunjukkan kontribusinya kepada masyarakat. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026, mereka menghadirkan program Sigesit (Aksi Gemar Literasi Partisipatif) di Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Mengusung tema “Aksi Gemar Literasi Partisipatif Desa Campurejo Berbasis Asset-Based Community Development Menuju Desa Cerdas Mandiri dan Berkelanjutan”, program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan literasi yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan desa berwilayah pegunungan tersebut.

Ketua Tim Pelaksana, Kholifah Al Hayu Maryam, menjelaskan bahwa Sigesit berangkat dari hasil observasi Tim PPK Ormawa Kamadiksi bersama pemerintah desa, PKK, serta masyarakat. Desa yang berjarak sekitar 3 kilometer di sebelah barat pusat Kecamatan Boja itu memiliki potensi besar, mulai dari partisipasi masyarakat, sektor pertanian, BUMDes, hingga peran aktif PKK.

Meski begitu, masih terdapat tantangan dalam penguatan literasi masyarakat, pengelolaan lingkungan, literasi gizi keluarga, serta pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.

“Sigesit hadir bukan hanya untuk memberikan pengetahuan literasi, tetapi bagaimana literasi ini dapat diterapkan dan menjadi keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development, yaitu pemberdayaan yang berangkat dari potensi dan aset yang sudah dimiliki masyarakat Desa Campurejo,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kholifah menyebutkan adanya empat Pojok Literasi Sigesit sebagai ruang belajar masyarakat, yaitu Literasi Cerdas Gizi, Literasi Cerdas Tani Jaya, Literasi Cerdas Hijau Lestari, dan Literasi UMKM Cerdas Juara. Masing-masing pojok dirancang berdasarkan kebutuhan sekaligus potensi masyarakat setempat.

Empat Pojok Literasi, Empat Fokus Pemberdayaan

Desa yang memiliki luas wilayah sekitar 226,67 hektare ini dihuni oleh 8.541 jiwa penduduk yang tersebar di 75 RT dan 9 RW. Kondisi ini menjadi salah satu dasar bagi Tim PPK Ormawa Kamadiksi dalam merancang program literasi yang menjangkau masyarakat secara partisipatif dan sesuai karakteristik desa.

Kholifah menjelaskan, Literasi Cerdas Gizi (NutriNusa) menyasar penguatan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita, khususnya soal gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), pencegahan stunting, dan pengolahan MP-ASI sehat berbahan pangan lokal. Kemudian Literasi Cerdas Tani Jaya (AgroMaju) berfokus pada peningkatan keterampilan budidaya pisang dan kedelai berbasis pertanian organik guna mendongkrak kualitas dan nilai jual hasil tani.

Sementara, Literasi Cerdas Hijau Lestari (EcoDesa) mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus mengolahnya menjadi produk bernilai guna, termasuk pupuk organik. Literasi UMKM Cerdas Juara (DigiNiaga) memperkuat pelaku usaha melalui branding, kemasan, dan pemasaran digital agar produk lokal Campurejo memiliki daya saing dan jangkauan pasar lebih luas.

“Program ini menyasar kelompok masyarakat dengan kebutuhan berbeda, mulai dari ibu hamil dan ibu balita, kelompok tani, pengelola lingkungan, hingga pelaku UMKM. Setiap pojok literasi memiliki kelompok penggerak sendiri agar proses belajar tidak berhenti pada tahap pelatihan,” imbuh Kholifah.

Secara keseluruhan, Kholifah menjelaskan bahwa Sigesit dijalankan melalui pembelajaran nonformal berbasis kebutuhan masyarakat dengan 12 kali pertemuan pada setiap pojok literasi. Tim PPK Ormawa Kamadiksi juga menyiapkan proses kaderisasi untuk mencetak local hero sebagai penggerak keberlanjutan program di desa.

“Selain empat Pojok Literasi, program ini turut menghadirkan inovasi teknologi berupa website Sigesit sebagai media literasi digital, publikasi potensi Desa Campurejo, sekaligus sarana promosi dan pemasaran produk UMKM. Kami juga mengembangkan Campurejo SmartWaste, teknologi tepat guna untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk berkualitas,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Kamadiksi Udinus berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Campurejo sebagai mitra utama, didukung berbagai pihak sesuai bidangnya, termasuk unsur pemerintah daerah dalam penguatan kesehatan, pertanian, pendidikan, lingkungan, serta UMKM. Pemerintah Desa Campurejo turut mendukung penyediaan sarana prasarana serta keterlibatan perangkat desa, lembaga desa, dan kelompok sasaran.

Melalui Sigesit, Kamadiksi Udinus berharap literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan memperoleh informasi, tetapi menjadi bekal masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan potensi lokal, menjaga lingkungan, meningkatkan kesehatan keluarga, serta memperkuat perekonomian desa.

“Dengan semangat ‘Aksi Literasi, Sejuta Inspirasi’, Sigesit diharapkan menjadi langkah nyata Udinus dalam menghadirkan perubahan berkelanjutan di Desa Campurejo. Langkah ini sekaligus wujud kontribusi Kamadiksi Udinus dalam membangun masyarakat melalui kolaborasi, literasi, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal,” pungkasnya. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Dok. PPK Ormawa Kamadiksi)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu program Sigesit dan siapa yang menjalankannya?
Sigesit (Aksi Gemar Literasi Partisipatif) adalah program pemberdayaan masyarakat di Desa Campurejo yang dijalankan Tim PPK Ormawa Kamadiksi Udinus melalui skema PPK Ormawa 2026.

Apa saja empat Pojok Literasi dalam program Sigesit?
Empat Pojok Literasi tersebut adalah Literasi Cerdas Gizi (NutriNusa), Literasi Cerdas Tani Jaya (AgroMaju), Literasi Cerdas Hijau Lestari (EcoDesa), dan Literasi UMKM Cerdas Juara (DigiNiaga).

Bagaimana pendekatan yang digunakan dalam program ini?
Program ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development, yaitu pemberdayaan yang berangkat dari potensi dan aset yang sudah dimiliki masyarakat Desa Campurejo, dijalankan melalui pembelajaran nonformal dengan 12 kali pertemuan pada setiap pojok literasi.

Apa harapan Kamadiksi Udinus melalui program Sigesit ini?
Kamadiksi Udinus berharap literasi dapat menjadi bekal masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan potensi lokal, menjaga lingkungan, meningkatkan kesehatan keluarga, serta memperkuat perekonomian desa menuju Desa Cerdas Mandiri dan Berkelanjutan.

Berita Terbaru
Pendaftaran PMB Dian Nuswantoro